Penanganan ADHD Harus Dengan Kesabaran Dan Kasih Sayang

Penanganan ADHD Dalam Kasus Hiperaktif Harus Didasari Sabar Dan Kasih Dari Orang Tua

Penanganan ADHD Dalam Kasus Hiperaktif Harus Didasari Sabar Dan Kasih Dari Orang TuaPenanganan ADHD sontak menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk ditemui. Memiliki buah hati merupakan dambaan bagi setiap pasangan yang sudah menikah. Namun bagaimana jika sang buah hati berbeda dengan anak-anak lainnya. Tentunya setiap orang tua akan mengalami kepanikan jika mendapati buah hati mereka mengidap sindrom seperti autisme ataupun ADHD. Dan kepanikan orang tua inilah yang mengarahkan mereka untuk mecari penanganan yang tepat untuk anak mereka.

Banyak orang tua mengeluhkan perilaku anaknya yang tidak biasa dengan anak lainnya. Setelah diidentifikasi oleh pakar kesehatan dan psikolog, ternyata anak mereka mengidap ADHD. Maka dalam menghadapi kondisi anak ADHD memang sangat wajar jika orang tua merasa kualahan, hal ini disebabkan karena anak dengan ADHD biasanya sangat sulit untuk diatur dan bahkan mereka disebut dengan anak hiperaktif.

Mengenal Apa Itu ADHD Dan Penanganannya

Dan mengenal lebih dalam mengenai ADHD untuk para orang tua yang baru saja mengetahui anaknya mengidap ADHD akan sangat penting sebelum melakukan penanganan ADHD untuk buah hati tercintanya.Sejauh ini istilah ADHD mungkin untuk kalangan orang tertentu sudah sangat familiar, namun tentunya akan jauh berbeda dengan orang-orang yang baru mengenali ADHD. Dan mengenal lebih dalam mengenai ADHD untuk para orang tua yang baru saja mengetahui anaknya mengidap ADHD akan sangat penting sebelum melakukan penanganan ADHD untuk buah hati tercintanya.

Sejatinya ADHD merupakan singatan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder, yakni gangguan yang terjadi pada perkembangan otak anak. Ganguan ini kemudian akan menyebabkan anak memiliki perilaku yang hiperaktif, implusif dan sangat sulit untuk memusatkan perhatiannya. Meskipun ADHD sering ditemui pada anak-anak, namun sebenarnya ADHD bisa saja dialami oleh mereka-mereka yang sudah masuk usia remaja, bahkan mereka yang sudah memasuki usia dewasa sekalipun.

Jika didapati anak Anda mengalami ADHD, maka sebaiknya Anda segera mengambil langkah untuk melakukanpenanganan ADHD pada anak Anda dengan tepat. Karena jika tidak segera dilakukan, maka bisa jadi anak Anda akan mengalami prestasi yang rendah ketika sekolah, kegagalan dalam menempuh pelajaran disekolah, gagal mendapat pekerjaan, sulit berinteraksi dengan orang lain atau sulit untuk berinteraksi sosial, rasa tidak percaya diri yang sangat parah, dan bahkan hingga mengalami depresi.

Gejala Dan Penanganan ADHD

Mengenali gejala ADHD sejak dini merupakan hal wajib sebelum melakukan penanganan ADHD secara tepatMeskipun pada setiap orang akan memiliki gejala yang berbeda ketika mereka mengalami ADHD, namun sejatinya sejak dia berusia anak-anak, gejala ADHD sudah dapat diperhatiakan. Dari sekian banyak gejala ADHD, ada tiga gejala pokok yang menunjukan anak tersebut menderita ADHD.

Gejala anak menderita ADHD bisa diketahui berikut ini:

  1. Hiperaktif, Gejala pertama yang menunjukan anak mengidap ADHD adalah jika mereka memiliki perilaku yang hiperaktif. Perilakukan hiperaktif yang ditunjukan anak dengan ADHD ini seolah-olah menampakkan mereka seperti anak yang tidak pernah capek. Anak ADHD akan selalu tampil energik dan tidak bisa berdiam diri. Biasanya mereka akan selalu berlari-lari, bergerak, gelisah, bergerak dan tidak bisa memperhatikan sesuatu dalam waktu yang lama, dan ketika berada di kelas seringkali mereka akan memanjat-manjat kursi, meja dan benda apapun yang bisa mereka panjat.

  1. Bermasalah pada pemusatan perhatian, Pada anak ADHD, selain menunjukan perilaku yang luar biasa aktif, mereka juga akan sangat sulit untuk memusatkan perhatian. Ketika mereka diajak untuk berbicara biasanya mereka menunjukan sikap solah-olah tidak mendengarkan,  sekalinya mendengarkan perhatian mereka tidak akan bertahan lama. Selain itu anak dengan ADHD akan sangat sulit untuk diatur, mengerjakan tugas, ceroboh, pelupa, dan cenderung sering mengigau saat mereka tidur.

  1. Berperilaku implusif, Penderita ADHD biasanya akan memiliki perilaku yang implusif. Gejala yang dapat dikenali dari perilaku implusif anak ADHD ini adalah dengan perilaku mereka yang sering tidak sabaran, misalnya saja ketika guru memberika suatu pertanyaan, maka mereka akan menjawabnya sebelum pertanyaan tersebut selesai dibacakan. Selain itu anak dengan ADHD akan cenderung melanggar peraturan, cepat bosan, gelisah, terburu-buru dalam mengambil keputusan dan bertindak secara sepontan tanpa memilirkan efek sampingnya terlebih dahulu.

Jika mendapati buah hati Anda memiliki beberapa gejala yang disebutkan diatas, maka Anda patut waspada karena bisa jadi anak Anda mengidap ADHD. Mengetahui lebih cepat anak yang mengidap ADHD akan memudahkan untukpenanganan ADHD tersebut. karena ADHD pada anak jauh lebih mudah diatasi dibanding ketika ADHD saat usia sudah remaja atau bahkan dewasa.

Penyebab ADHD Dan Penanganannya

faktor-faktor penyebab ADHD ini menjadi penting agar anak dengan ADHD mendapatkan penanganan ADHD secara tepatUntuk penyebab pasti anak mengindap ADHD dengan alasan tertentu memang belum bisa dipastikan. Namun dari beberapa kasus, anak yang mengidap ADHD biasanya dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Dan faktor-faktor penyebab ADHD ini menjadi penting agar anak dengan ADHD mendapatkan penanganan ADHD secara tepat.

Menurut beberapa ahli kesehatan, ADHD disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  1. Keturunan, Faktor genetik seringkali menjadi penyebab timbulnya berbagaimacam penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan bahkan kanger. Selain beberapa penyakit tersebut, ternyata ADHD juga bisa didapatkan dari keturunan. Jika ada orang tua yang mengidap ADHD, maka kemungkinan besar anak mereka juga akan mengidap ADHD.

  1. Ketidak seimbangan kimia dalam tubuh, Selain keturunan ADHD juga disebabkan karena adanya ketidak seimbangan kimia dalam tubuh. untuk itulah,penanganan ADHD akan sangat berpengaruh untuk menyeimbangkan kembali kimia dalam tubuh anak.

  1. Kinerja otak, Kinerja otak juga mempengaruhi anak mengidap ADHD. Setelah dilakukan pemeriksaan pada otak anak ADHD ternyata diketahui bahwa area otak yang mengontrol perhatian anak bergerak terlalu aktif, jadi karena inilah anak ADHD berperilaku sangat aktif.

Terapi Penanganan Anak ADHD

Melakukan penanganan ADHD terhadap anak memang perlu dilakukan dengan menyeluruh. Pada anak yang menderita ADHD mereka membutuhkan beberapa penanganan yakni terapi perilaku (2)Terapi kognitif, terapi membaca, terapi bicara, dan juga terapi obat. Dan terapi untuk penanganan ADHD haruslah dilakukan secara menyeluruh, atau semuanya haruslah dilakukan.

Secara lebih terperinci, terapi untuk penanganan ADHD akan dibahas berikut ini:

  1. Terapi perilaku, Terapi perilaku merupakan hal dasar untuk merubah anak ADHD menjadi anak manis seperti anak normal lainnya, atau setidaknya terapi perilaku ini dilalukan untuk mengurangi intensitas anak menjadi hiperaktif.

  1. Terapi kognitif, Terapi kognitif digunakan agar anak mampu melakukan kegiatan berfikir.

  1. Terapi membaca, Membaca bagi anak yang menderita ADHD merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. namun terapi membaca ini sangat penting bagi mereka karena akan melatih mereka untuk memusatkan perhatian dengan cara memfokuskan mata mereka.

  1. Terapi bicara, Terapi bicara merupakan terapi lanjutan dari terapi membaca. Setelah anak mulai mau mambaca maka sebaiknya anak dilatih untuk beberbicara, hal ini akan sangat penting untuk melatih anak agar mampu mengungkapkan apa yang dia rasakan dengan kata-kata, bukan dengan tindakan yang emosional.

  1. Dan terapi untuk penanganan ADHD haruslah dilakukan secara menyeluruh, atau semuanya haruslah dilakukanTerapi obat, Obat bagi anak ADHD memang tidak dapat menyembuhkan secara permanen, namun obat bagi anak ADHD akan sangat berguna untuk mengontor perilaku mereka. salah satu obat herbal yang bisa dijadikan sebagi vitamin untuk anak ADHD adalah tahitian noni maxidoid. Obat herbal tahitian noni maxidoid ini akan membantu tubuh untuk mengontor cairan kimia dalam tubuh, dan juga sekaligus membantu mengontor kinerja otak manusia. jadi dengan mengkonsumsi obat herbal tahitian noni maxidoid ini Anda ADHD akan menjadi anak lebih manis, tidak terlalu aktif, dan membantu mereka untuk dapat memusatkan perhatian. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai vitamin mujarab untuk anak ADHD, Anda bisa berkunjung di web http://vitaminanak.net/autis/

Leave a Comment